-
RKAB Tahun 2011
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, Kadis ESDM Kab. Merangin dan Sekdin ESDM Kab. Merangin sedang mengevaluasi RKAB
-
Potensi Tambang di Kabupaten Merangin
Batubara ini banyak dijumpai di beberapa Kecamatan di Kab. Merangin seperti Kecamatan Nalo Tantan, kecamatan Tabir Ulu dan kecamatan Tabir Barat dal kecamatan lainnya
-
Pengapalan Biji Besi
Selama Tahun 2011, Perusahaan Pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi produksi berjumlah 3 Perusahaan, dari ketiga perusahaan tersebut baru 2 perusahaan yang telah melaksanakan Penambangan bijih besi yaitu PT. Putra Sarko Mining dan PT. Sitasa Energi
-
BASALT
a. Tidak mengandung fosil, hanya sisa-sisa akar pohon
b. Tanah/tanih (soils) – namun kurang jelas
-
DARK SHALES
- Paku-pakuan: Cordaites, pecopterids dan Calamites
- overbank deposits
-
Perselingan batupasir dan serpih hitam
- Jenis lokal: Macralethopteris, Sp. II, Gigantopteris, Taeniopteris
- endapan jatuhan abu gunung api
-
AIR TERJUN TELUN TUJUH
Perkiraan daya yang bisa dibangkitkan Sebesar ± 3,6 Mwatt, dengan 7 tingkat air terjunan, debit air sebesar ± 14,5 M3/s
-
AIR TERJUN TELENTAM
Perkiraan daya yang bisa dibangkitkan Sebesar ± 150 Kwatt,Ketinggian ± 13 M, debit air sebesar ± 0,56M3/s
-
AIR TERJUN TUAH RAJO
Perkiraan daya yang bisa dibangkitkan Sebesar ± 980 Kwatt,Ketinggian ± 33M, debit air sebesar ± 3,13 M3/s
-
AIR TERJUN SIGERINCING
Perkiraan daya yang bisa dibangkitkan Sebesar ± 550 Kwatt, Ketinggian ± 34 M, debit air sebesar ± 1,66 M3/s
-
GRAU SAKTI
Grau ini memiliki warna air jernih, tidak berbau dan paling sering terjadi semburan uap dan air panas
-
Acara Sunat massal
Pada hari Selasa yang lalu tepatnya tanggal 05 Juli 2011, bertempat di Desa Pulau Layang Kecamatan Batang Mesumai telah digelar acara Sunatan Masal yang di prakarsai Mahasiswa Kukerta Unieversitas Jambi bekerjasama dengan PT. Sitasa Energi
Hingga saat ini jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada yaitu sebanyak 17 (tujuh belas) izin dimana 3 (tiga) perusahaan telah melakukan operasi produksi, sedangkan 14 perusahaan lainnya masih pada tahap eksplorasi.
Perusahaan yang telah melakukan produksi dan penjualan diwajibkan membayar royalty kepada Negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Besaran tarif Royalty yang dibebankan kepada Perusahaan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
Royalty disektor pertambangan umum disetorkan ke Kas Negara sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115/PMK.06/2006 tentang Penetapan rekening kas umum Negara dan Surat Edaran Nomor 34.E/30/DJB/2009 tanggal 20 November 2009 tentang Tata Cara Penyetoran PNBP.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan pada Pasal 18 ayat 2 menjelaskan sebagai berikut ; “ Dana bagi hasil pertambangan umum sebesar 80 % diwilayah Kabupaten Kota dibagi dengan rincian sebagai berikut :
1. 16% (enam belas) persen untuk provinsi yang bersangkutan,
2. 32% (tiga puluh dua) persen untuk kabupaten/kota penghasil,
3. 32% (tiga puluh dua) persen untuk Kabupaten/kota lainnya dalam provinsi yang bersangkutan.
Adapun dana sebesar 20% merupakan peruntukan pusat.
Acara Sunatan massal Oleh PT. SITASA ENERGI di Desa Pulau Layang Kecamatan Batang Masumai
PENGAPALAN BIJIH BESI
Dari kedua Perusahaan tersebut selama tahun 2011 telah melaksanakan pengapalan bijih besi dengan negara tujuan China sebanyak 3 kali pengapalan dengan jumlah 69.000 MT. Dan sesuai ketentuan yang berlaku bahwasanya setiap pemegang IUP OP yang mengangkut Produksinya diwajibkan membayar Royalty yang disetorkan ke Kas Negara. Dan dari bijih besi yang telah dieksport tersebut pemegang IUO OP telah menyetorkan Royalty sebesar Rp. 949.947.935,- Adapun perincian Dana Bagi Hasil bagi Kabupaten penghasil sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 sebesar 32 %. Jadi Dana Bagi Hasil (DBH) untuk kabupaten Merangin dari kegiatan eksport bijih besi sampai Februari 2011 berjumlah Rp. 303.983.339,-
Inspeksi Ke Lokasi Tambang
Petugas Dinas ESDM Kab. Merangin didampingi Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Putra Sarko Mining Ir. Yulhendri meninjau lokasi Stok file dimana ditemukan adanya Air bekas Hujan yang tergenang hal ini disebabkan karena kurang berfungsinya saluran Drainase di Lokasi StocFile. Dari Hasil kunjungan ini diharapkan agar Lokasi Stoc File Bijih Besi tertata rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Petugas Dinas ESDM Kab. Merangin dan KTT PT. Sitasa Energi Hendra Irawan .ST sedang melaksanakan peninjauan dilokasi Pertambangan dan dari hasil Inspeksi ini secara bertahap PT. Sitasa Energi sudah Menerapkan pentingnya Penggunaan alat pelindung Diri dalam lokasi pertambangan dan pentingnya menjaga lingkungan bersil dilokasi stok file Bijih Besi.
Potensi Pertambangan di Kab. Merangin
Emas juga merupakan mineral yang banyak dijumpai di Kab. Merangin dan sampai tahun 2011 ini sudah ada 2 Perusahaan yang telah mengeksplorasi Emas di Kab. Merangin.
Disamping Eksplorasi Emas, Kegiatan masyarakat dalam penambangan emas juga merupakan kegiatan yang sebagai masyarakat menganggap sebagai profesi yang menguntungkan , masyarakat dalam mengusahakan emas melakukan kegiatan Pendulangan, hal ini banyak terjadi dibeberapa Kecamatan di Kab. Merangin
Batu Sungkai banyak ditemui di Daerah Kabupaten Merangin, selain bentuk yang unik Batu Sungkai ini juga diminati dipasaran hal ini dibuktikan dengan adanya investor yang menampung pemasaran Batu sungkai tersebut.
Kunjungan Komisi III DPRD Kab. Merangin Ke Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM RI untuk koordinasi tentang Pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Landrent dan Royalty yang sudah dibayarkan oleh Pemegang IUP di Kab. Merangin

